HANYA
RP. 500.000,- PER ORANG SUDAH BISA KE 3 KOTA DI JAWA TENGAH
Perkenalkan
dulu kami 3 wanita tangguh yang nekat backpacker tanpa memikirkan resiko
terburuk yang terjadi pada kami, saya mimi bersama kedua teman saya ucil dan
brina kami mengisi hari libur long weekend kemarin 28 Maret 2013 s/d 31 Maret 2013 ke beberapa kota
di Jawa Tengah.
Hari liburan kami pun
tiba, Kamis malam (28/3) sepulang dari kerja kami langsung siap-siap untuk ke
stasiun Pasar Senen, jadwal keberangkatan kereta kami adalah jam 21.40 untuk
kereta Tawang Jaya. Jadwal kedatangan di stasiun Semarang Poncol adalah jam
06.24 tetapi karena kereta beberapa kali berhenti dengan waktu yang lama di
beberapa stasiun sehingga kita tiba di Semarang jam 08.00.
Hari Jum’at (29/3) Setibanya
di Semarang kami pun langsung olahraga pagi (jalan kaki dengan membawa ransel
besar) ke Tugu Muda, yah perjalanan menempuh sekitar 15-30 menit, lumayan capek
juga sih tapi kami enjoy sekali. Setibanya di Tugu Muda kami langsung
berfoto-foto dan kami pun langsung masuk ke Lawang Sewu dengan membayar tiket
masuk sebesar Rp. 10.000,- per orang dan bila ingin menggunakan guide dikenakan
biaya tambahan Rp. 30.000,- kami sepakat untuk tidak menggunakan guide karena
kami yakin gak akan nyasar di dalam ehehehee..
![]() |
| Lawang Sewu |

Lawang Sewu merupakan sebuah gedung di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan kantor dariNederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein. Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu) dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).Setelah selesai dari Lawang Sewu kami melanjutkan perjalanan ke Sam Poo Kong dengan menggunakan Taksi (backpacker kok naik taksi ehehehe) karena angkutan ke arah sana harus beberapa kali ganti jd kami naik taksi saja toh sama biayanya, argo taksi hanya Rp. 8.500,- . setibanya di Sam Poo Kong kami langsung masuk dengan membayar tiket sebesar Rp. 3.000,- per orang.
![]() |
![]() |
| Sam Poo Kong |
![]() |
Kuil Sam Poo Kong atau Gedong Batu adalah sebuah kuil Tionghoa yang terletak di daerah Simongan, Semarang, Indonesia. Tempat ini konon dulunya adalah tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah asal Tiongkok yang beragama Islam.
Klenteng Sam Poo Kong
terkenal hingga ke mancanegara, bahkan kabarnya merupakan tempat yang telah
ditetapkan oleh pemerintahTiongkok sebagai
tujuan wisata bagi pelancong asal Tiongkok.
Uniknya tujuan wisata ini kebanyakan oleh warga muslim Tiongkokdan/atau
bernuansa budaya Islam, bukan nuansa budaya Tiongkok yang lekat dengan dupa dan lilin. Hal
ini disebabkan warga muslimTiongkok dari propinsi Yunnan sangat akrab dan mengenal baik serta
menyakini bahwa Laksamana Cheng Ho sebagai panglima perang utusan Tiongkok keturunan Persia memiliki latar belakang Islam. Bangunan inti dari
klenteng ini adalah sebuah gua batu dan merupakan tempat utama dari lokasi ini.
Gua batu ini dipercaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Ho beserta anak buahnya saat berkunjung
ke Pulau Jawa. Di dalamnya terdapat
patung yang dipercaya sabagai patung Sam Poo Tay Djien atau Laksamana Cheng Ho.
Di lokasi ini juga bisa dijumpai altar dan makam orang-orang kepercayaan
Laksamana Cheng Ho saat di Jawa, yang sering pula
dikunjungi pengunjung untuk berziarah.
Selesai
dari Sam Poo Kong kami pun sepakat untuk mencari makan siang terlebih dahulu,
dan terlihat warung tenda persis di depan Sam Poo Kong yang menjual Soto Ayam,
entah karena lapar atau benar-benar enak kami pun lahap menghabiskannya dalam
waktu kurang dari 10menit. Dengan berbagai lauk dan minum kami hanya membayar
sebesar Rp. 18.500,- saja untuk bertiga (sungguh harga yang murah dan tak
pernah kami dapatkan di Jakarta). Setelah selesai makan kami pun melanjutkan
perjalanan ke Pagoda dengan menggunakan Taksi (lagi-lagi backpacker naik taksi,
karena bis yang menuju pagoda lama sekali datangnya) kami merogoh kocek sebesar
Rp. 35.000,- dan tibalah kami di Pagoda, disana masuk tanpa dipungut biaya
sepeserpun.
![]() |
| Pagoda Avalokitesvara |
![]() |
| Patung Sleeping Bud |
Pagoda Avalokitesvara yang terletah di daerah Watu Gong (arah ke Ungaran dari Semarang), tepat di depan Markas Kodam Diponegoro ini, tercatat sebagai Pagoda tertinggi di Indonesia setinggi 45 meter. Pagoda ini diresmikan pada tahun 2006 dan memiliki tujuh tingkat yang makin lama ke atas makin kecil. Pagoda ini tidak mempunyai tangga untuk naik keatas jadi tidak bisa dinaiki. Di tiap tingkatnya diletakkan patung Dewi Kwan Im yang dikenal sebagai Dewi Welas Asih. Di depan pagoda pun Patung Kwan Im tersenyum menyambut. Karena itu banyak juga menyebut pagoda ini sebagai pagoda Kwan Im.
Setelah puas ke Pagoda Avalokitesvara kami pun
melanjutkan perjalanan ke Magelang dengan menggunakan bis dengan membayar Rp.
10.000,- per orang dan menempuh perjalanan sekitar 1 ½ jam. Dan tibalah kami di
Magelang (rumah nenek kakek saya) kami ke Magelang untuk bermalam (namanya juga
backpacker lebih baik numpang tidur di rumah kerabat daripada membuang uang
untuk menyewa hotel yang biayanya mahal, karena kita sudah kehabisan harga
hotel ataupun penginapan yang murah), di Magelang kami rebahan sebentar dan
Mandi setelah itu barulah kami JJS (Jalan-Jalan Sore) ke seputaran Magelang.
Pertama yang kami kunjungi adalah Kupat Tahu Pak Slamet dan dilanjutkan dengan
berkeliling Alun-Alun kota Magelang, sebelum pulang kami pun mampir ke Bakso
Kerikil yang terletak di Bada’an (Taman Bermain anak-anak) setelah kenyang kami
pun bergegas pulang, namun sayang angkutan sudah tidak ada jadi kami naik taksi
saja dengan argo Rp. 8.500,- .
![]() |
| Kupat Tahu Magelang |
![]() |
| Best View from Alun-Alun Kota Magelang |
Hari Sabtu (30/3) pagi-pagi sekali kami sudah bangun dan siap-siap untuk ke Borobudur, dengan menempuh perjalanan sekitar ½ jam naik bis dan membayar ongkos sebesar Rp. 10.000,- per orang sudah bisa sampai di terminal Borobudur, tp untuk sampai ke candinya kami naik Delman Rp. 10.000,- dan sesampainya di Borobudur kami pun berfoto-foto sampai ke Puncak paling atas, panas matahari yang sangat terik tak mengurangi kehebohan kami untuk foto di setiap candinya.
Selesai
di Borobudur kami melanjutkan perjalanan ke Jogja, awalnya kami ingin ke Candi
Prambanan dan candi Ratu Boko tapi karena situasi tidak memungkinkan (macet
total arah jogja) sehingga kami batalkan 2 tujuan tersebut daripada nanti gak
bisa shopping di Malioboro ehehehee. Tibalah kami di stasiun Jombor dan pindah
transportasi dengan menggunakan Trans Jogja untuk sampai ke daerah Keraton
Jogja, apesnya krn sudah lewat dari Jam 14.00 Keraton sudah tutup jd kami ke
museum Kereta Antik saja lalu langsung ke Pasar Beringharjo dan Shopping di
Malioboro. Tak sadar kami berbelanja ternyata sudah jam 17.30 itu artinya kami
harus siap-siap ke Stasiun Lempuyangan karena kereta pulang kami jam 19.40,
belum lagi kami harus bersih-bersih dahulu. Dengan menggunakan taksi (lagi-lagi
taksi karena bawaan kami sudah menjadi 3 kali lipat dari berangkat) dan
membayar argo sebesar Rp. 8.500,- kami sudah sampai di Stasiun Lempuyangan.
Ternyata kereta kami pun baru datang jam 20.40 (Indonesia banget yah TELAT
hehehe) dan tiba di Jakarta jam 07.30.
Demikian cerita Liburan Long Weekend saya dan kedua teman saya ke Semarang, Magelang, dan Jogja. Pengeluaran kami hanya sekitar Rp. 500.000,- s/d Rp. 550.000,- sudah termasuk tiket kereta lho dan jajan sana sini heheee…
With
Love,
Mimivia















Tidak ada komentar:
Posting Komentar