Selasa, 23 April 2013

POH Island


HOLIDAY ala POH wohooooo!!!!!!



Hai blogger… ketemu lagi sama saya J YESS I’m gonna share about my holiday with my besties “POH” sipirilli saya punya 5 sahabat dengan julukan “POH” entah itu nama darimana asalnya heheeee… saya (via) bersama 3 sahabat saya lainnya ada nanda, rina, dan juga tije (tanpa vina L) kami pergi berlibur ke sebuah pulau di kepulauan seribu. Pasti teman-teman ada yang sudah berkunjung ke pulau ini, tapi ini kami baru pertama kali berkunjung heheee.. yess kita ke PARI ISLAND, dan holiday ini sebenarnya agak dadakan krn ga sampe satu bulan kami merencanakan tapi FIXED personilnya baru ada H-1 yap saat malam hari sebelum keberangkatan, sempat waswas juga ada yang gak bisa ikut.

Kumpul di Muara Angke

Okey saat berlibur pun tiba, Sabtu 20 April 2013 kami kumpul di Muara Angke jam 06:00 WIB hmm pagi sekali yah, tapi kapal baru diberangkatkan dari Angke Jam 08:00 WIB dan kami pun tiba di Pari Island sekitar pukul 09:30 WIB yah hampir sekitar 1 ½ jam perjalanan naik KM. Rindu Alam (dari nama kapalnya serasa ke puncak yah hehee) sesampainya di Pari Island kami langsung ke penginapan kami, sebuah homestay yang gak jauh dari dermaga Pari Island.

 
Perjalanan menggunakan KM. Rindu Alam

Hari pertama di Pari Island kami langsung mengunjungi LIPI Beach yang jaraknya tidak jauh dari homestay, kami kesana menggunakan sepeda dan disana masih terlihat sepi dibandingkan Virgin beach.

LIPI Beach
Setelah dari LIPI beach kami pun kembali ke homestay untuk makan siang dan shalat lalu setelah itu kami istirahat sebentar lalu bersiap untuk snorkling, perjalanan menuju tempat snorkling cukup lama juga hampir 30menit perjalanan, tapi kami snorkling cukup puas sekali hampir 1 jam. Saya sebenarnya sangat takut untuk snorkling karena jujur saja ini baru pengalaman pertama saya, dan saya juga tidak bisa renang ahhahahaaaa makanya takut banget pas mau snorkling, jadi yaa harus ada guide untuk dampingin saya snorkling, cukup lama saya didampingi baru bisa sendiri hahahaa..

Pemandangan menuju tempat Snorkling
Siap diberangkatkan
Bergaya sebelum terjun ke laut xixixixi


Setelah snorkling

Akhirnya saya berani snorkling ahahahahaaaa

Setelah snorkling kami langsung ke homestay untuk bersih-bersih dan bersiap untuk makan malam, setelah makan malam kami pun berjalan-jalan ke Virgin Beach yang tidak jauh dari homestay kami, ya hanya perlu menggowes sepeda sekitar 10-15 menit. Sesampainya di Virgin Beach ternyata ada acara DJ’s party dari EO lain, jadi kami ikut join saja disana hehee. Setelah dari virgin Beach kami pun Barbequean di pinggir pantai dan hari pertama pun selesai.

Barbeque di pinggir pantai

nyeruput Kelapa Muda @Virgin beach


Hari kedua kami langsung bersiap ke Virgin Beach lagi, karena kemarin malam belum liat pantainya karena kan gelap heheee… sesampainya di Virgin Beach kami benar-benar tidak menyangka tempat ini indahnya banget-banget deh, masih bersih walaupun kadang ada beberapa bungkus makanan di laut tp so far masih bersih dan kami pun puas untuk bermain air, rasanya tidak mau pulang ke Jakarta kalau seperti ini ahahhaaaa… dan waktu sudah menunjukkan pukul 11:00 yang artinya kami harus siap2 kembali ke homestay untuk bersih-bersih, makan siang, shalat, dan berkemas untuk kembali ke Jakarta. Huhuuu rasanya kurang puas yah, tapi kami pun amat sangat menikmatinya. Yaahh kapan lagi liburan bareng POH J.









Yap inilah cerita liburan saya dan sahabat-sahabat saya ke POH Island heheheee… oya FYI ini biayanya hanya 300ribu ALL IN (homestay kami pun ber-AC). Oke deh see u on the next trip ya guys J









With Love,
mimivia



Kamis, 11 April 2013

Nekater's Trip



HANYA RP. 500.000,- PER ORANG SUDAH BISA KE 3 KOTA DI JAWA TENGAH

Perkenalkan dulu kami 3 wanita tangguh yang nekat backpacker tanpa memikirkan resiko terburuk yang terjadi pada kami, saya mimi bersama kedua teman saya ucil dan brina kami mengisi hari libur long weekend kemarin 28  Maret 2013 s/d 31 Maret 2013 ke beberapa kota di Jawa Tengah.
     Hari liburan kami pun tiba, Kamis malam (28/3) sepulang dari kerja kami langsung siap-siap untuk ke stasiun Pasar Senen, jadwal keberangkatan kereta kami adalah jam 21.40 untuk kereta Tawang Jaya. Jadwal kedatangan di stasiun Semarang Poncol adalah jam 06.24 tetapi karena kereta beberapa kali berhenti dengan waktu yang lama di beberapa stasiun sehingga kita tiba di Semarang jam 08.00.
     Hari Jum’at (29/3) Setibanya di Semarang kami pun langsung olahraga pagi (jalan kaki dengan membawa ransel besar) ke Tugu Muda, yah perjalanan menempuh sekitar 15-30 menit, lumayan capek juga sih tapi kami enjoy sekali. Setibanya di Tugu Muda kami langsung berfoto-foto dan kami pun langsung masuk ke Lawang Sewu dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 10.000,- per orang dan bila ingin menggunakan guide dikenakan biaya tambahan Rp. 30.000,- kami sepakat untuk tidak menggunakan guide karena kami yakin gak akan nyasar di dalam ehehehee..
Lawang Sewu



Lawang Sewu merupakan sebuah gedung di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan kantor dariNederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein.  Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu) dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).Setelah selesai dari Lawang Sewu kami melanjutkan perjalanan ke Sam Poo Kong dengan menggunakan Taksi (backpacker kok naik taksi ehehehe) karena angkutan ke arah sana harus beberapa kali ganti jd kami naik taksi saja toh sama biayanya, argo taksi hanya Rp. 8.500,- . setibanya di Sam Poo Kong kami langsung masuk dengan membayar tiket sebesar Rp. 3.000,- per orang.

Sam Poo Kong













      Kuil Sam Poo Kong atau Gedong Batu adalah sebuah kuil Tionghoa yang terletak di daerah Simongan, Semarang, Indonesia. Tempat ini konon dulunya adalah tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah asal Tiongkok yang beragama Islam.
     Klenteng Sam Poo Kong terkenal hingga ke mancanegara, bahkan kabarnya merupakan tempat yang telah ditetapkan oleh pemerintahTiongkok sebagai tujuan wisata bagi pelancong asal Tiongkok. Uniknya tujuan wisata ini kebanyakan oleh warga muslim Tiongkokdan/atau bernuansa budaya Islam, bukan nuansa budaya Tiongkok yang lekat dengan dupa dan lilin. Hal ini disebabkan warga muslimTiongkok dari propinsi Yunnan sangat akrab dan mengenal baik serta menyakini bahwa Laksamana Cheng Ho sebagai panglima perang utusan Tiongkok keturunan Persia memiliki latar belakang Islam. Bangunan inti dari klenteng ini adalah sebuah gua batu dan merupakan tempat utama dari lokasi ini. Gua batu ini dipercaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Ho beserta anak buahnya saat berkunjung ke Pulau Jawa. Di dalamnya terdapat patung yang dipercaya sabagai patung Sam Poo Tay Djien atau Laksamana Cheng Ho. Di lokasi ini juga bisa dijumpai altar dan makam orang-orang kepercayaan Laksamana Cheng Ho saat di Jawa, yang sering pula dikunjungi pengunjung untuk berziarah.

     Selesai dari Sam Poo Kong kami pun sepakat untuk mencari makan siang terlebih dahulu, dan terlihat warung tenda persis di depan Sam Poo Kong yang menjual Soto Ayam, entah karena lapar atau benar-benar enak kami pun lahap menghabiskannya dalam waktu kurang dari 10menit. Dengan berbagai lauk dan minum kami hanya membayar sebesar Rp. 18.500,- saja untuk bertiga (sungguh harga yang murah dan tak pernah kami dapatkan di Jakarta). Setelah selesai makan kami pun melanjutkan perjalanan ke Pagoda dengan menggunakan Taksi (lagi-lagi backpacker naik taksi, karena bis yang menuju pagoda lama sekali datangnya) kami merogoh kocek sebesar Rp. 35.000,- dan tibalah kami di Pagoda, disana masuk tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Pagoda Avalokitesvara
Patung Sleeping Bud




     Pagoda Avalokitesvara yang terletah di daerah Watu Gong (arah ke Ungaran dari Semarang), tepat di depan Markas Kodam Diponegoro ini, tercatat sebagai Pagoda tertinggi di Indonesia setinggi 45 meter. Pagoda ini diresmikan pada tahun 2006 dan memiliki tujuh tingkat yang makin lama ke atas makin kecil. Pagoda ini tidak mempunyai tangga untuk naik keatas jadi tidak bisa dinaiki. Di tiap tingkatnya diletakkan patung Dewi Kwan Im yang dikenal sebagai Dewi Welas Asih. Di depan pagoda pun Patung Kwan Im tersenyum menyambut. Karena itu banyak juga menyebut pagoda ini sebagai pagoda Kwan Im.

      Setelah puas ke Pagoda Avalokitesvara kami pun melanjutkan perjalanan ke Magelang dengan menggunakan bis dengan membayar Rp. 10.000,- per orang dan menempuh perjalanan sekitar 1 ½ jam. Dan tibalah kami di Magelang (rumah nenek kakek saya) kami ke Magelang untuk bermalam (namanya juga backpacker lebih baik numpang tidur di rumah kerabat daripada membuang uang untuk menyewa hotel yang biayanya mahal, karena kita sudah kehabisan harga hotel ataupun penginapan yang murah), di Magelang kami rebahan sebentar dan Mandi setelah itu barulah kami JJS (Jalan-Jalan Sore) ke seputaran Magelang. Pertama yang kami kunjungi adalah Kupat Tahu Pak Slamet dan dilanjutkan dengan berkeliling Alun-Alun kota Magelang, sebelum pulang kami pun mampir ke Bakso Kerikil yang terletak di Bada’an (Taman Bermain anak-anak) setelah kenyang kami pun bergegas pulang, namun sayang angkutan sudah tidak ada jadi kami naik taksi saja dengan argo Rp. 8.500,- .

Kupat Tahu Magelang
Best View from Alun-Alun Kota Magelang












Hari Sabtu (30/3) pagi-pagi sekali kami sudah bangun dan siap-siap untuk ke Borobudur, dengan menempuh perjalanan sekitar ½ jam naik bis dan membayar ongkos sebesar Rp. 10.000,- per orang sudah bisa sampai di terminal Borobudur, tp untuk sampai ke candinya kami naik Delman Rp. 10.000,- dan sesampainya di Borobudur kami pun berfoto-foto sampai ke Puncak paling atas, panas matahari yang sangat terik tak mengurangi kehebohan kami untuk foto di setiap candinya.

  

Selesai di Borobudur kami melanjutkan perjalanan ke Jogja, awalnya kami ingin ke Candi Prambanan dan candi Ratu Boko tapi karena situasi tidak memungkinkan (macet total arah jogja) sehingga kami batalkan 2 tujuan tersebut daripada nanti gak bisa shopping di Malioboro ehehehee. Tibalah kami di stasiun Jombor dan pindah transportasi dengan menggunakan Trans Jogja untuk sampai ke daerah Keraton Jogja, apesnya krn sudah lewat dari Jam 14.00 Keraton sudah tutup jd kami ke museum Kereta Antik saja lalu langsung ke Pasar Beringharjo dan Shopping di Malioboro. Tak sadar kami berbelanja ternyata sudah jam 17.30 itu artinya kami harus siap-siap ke Stasiun Lempuyangan karena kereta pulang kami jam 19.40, belum lagi kami harus bersih-bersih dahulu. Dengan menggunakan taksi (lagi-lagi taksi karena bawaan kami sudah menjadi 3 kali lipat dari berangkat) dan membayar argo sebesar Rp. 8.500,- kami sudah sampai di Stasiun Lempuyangan. Ternyata kereta kami pun baru datang jam 20.40 (Indonesia banget yah TELAT hehehe) dan tiba di Jakarta jam 07.30.



Demikian cerita Liburan Long Weekend saya dan kedua teman saya ke Semarang, Magelang, dan Jogja. Pengeluaran kami hanya sekitar Rp. 500.000,- s/d Rp. 550.000,- sudah termasuk tiket kereta lho dan jajan sana sini heheee…

With Love,
Mimivia